Kegiatan pembinaan guru TPQ Kecamatan Patrang–Arjasa pada pagi hari ini berlangsung dengan baik dan penuh keberkahan. Suasana hangat, antusias, dan semangat belajar tampak dari para peserta sejak awal hingga akhir acara.
Namun, di balik suksesnya kegiatan tersebut, ada kisah menarik yang menggambarkan perjuangan para ustadz dan ustadzah untuk hadir dalam acara pembinaan ini. Perjalanan menuju lokasi TPQ Babus Salam yang terletak di daerah perbukitan ternyata tidak mudah. Jalan yang naik turun dan berkelok tajam membuat sebagian peserta sempat merasa kewalahan.
Bagi warga yang setiap hari tinggal di kawasan tersebut, tentu kondisi itu sudah menjadi hal biasa. Tetapi bagi sebagian ustadz dan ustadzah yang datang dari wilayah dataran bawah, medan perjalanan terasa cukup ekstrem. Bahkan, ada di antara mereka yang sempat terpeleset dan hampir terjatuh di jalan menuju lokasi.
Meskipun demikian, semua itu tak menyurutkan semangat para pejuang Al-Qur’an ini. Mereka tetap melangkah dengan niat yang ikhlas dan tekad yang kuat, karena yakin bahwa setiap langkah menuju ilmu adalah ibadah yang diridhai Allah SWT.
Sempat pula terlihat di group Whatsapp, cerita bahwa beberapa ustadz tersesat di jalan karena rute yang belum familiar. katanya "Posang bingung". Namun, dengan saling membantu dan berkomunikasi, semuanya dapat sampai di lokasi dengan selamat. Setelah kegiatan selesai, para peserta pun dapat kembali ke rumah masing-masing dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
![]() |
| Posang Bingung |
Perjalanan yang penuh tantangan ini menjadi simbol perjuangan cinta terhadap Al-Qur’an. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap langkah dan pengorbanan para ustadz dan ustadzah dalam mengajar, mendidik, serta membimbing generasi Qur’ani di Kecamatan Patrang dan Arjasa.

Posting Komentar untuk " Perjuangan Menuju Lokasi: Bukti Cinta Para Ustadz terhadap Al-Qur’an"